RIP the Smiling General Soeharto

Posted on 28 Januari 2008. Filed under: Album |

Senyum memesona menjadi penampilan utama. Senyum seorang Jenderal Soeharto tak lagi mengembang, apalagi senyum pembawa perubahan dan pengisi serbaneka sisi-sisi kemanusiaan. Kini senyum itu terus pergi menjauh membawa duka mendalam. Senyum Jenderal Soeharto yang selalu mengembang berdaya pikat, kini membawa perubahan hidup dan kehidupannya ke tempat abadi.

Sejauh-jauh mata saling berpandangan, senyum itu kian menjauh dan membawa kabar dukacita. Senyum yang sudah membawa perubahan hidup. Namun, senyum sumringah ini tak lagi membawa nuansa pencerahan. Keindahan penuh senyum pergi pada Minggu 27/1/08, pukul 13.10 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta Selatan. Badan usaha milik negara dengan banner “Pertamina” ini menjadi saksi bisu kepergian the Smiling General; Presiden Republik Indonesia kedua.

Senyum Jenderal Soeharto, 86 tahun berdiam diri membeku. Selama-lamanya. Di keabadian. Terbaring di pembaringan. Pilihan kematiannya meninggalkan duka mendalam. Saat masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia — yang dipimpin selama tiga puluh dua tahun — tengah menikmati terik matahari dan bara sengatan mentari kehidupan. Tiada lagi senyum seindah dulu. Segenap mata saling memandangi, beradu pandang berekspresi penuh duka, menjauh dari kesan senyum dan tersenyum. Jenderal Soeharto terbaring membawa senyum yang mengembang. Mengisi relung-relung hati dan pikiran, jiwa dan perasaan di lokasi ruang persemayaman istana kediamannya, menuju Solo ke kompleks makam keluarga Astana Giribangun, Karanganyar, Jawatengah — setelah berangkat dari ruang rawat inap Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan ke rumah duka di Jalan Cendana Nomor Delapan Menteng, Jakarta Pusat.

Your Smile yang menjadi tagline Pertamina dan menjadi tempat melepas kepergian Jenderal Soeharto (1921–2008). Memang kebetulan, senyum Jenderal Soeharto yang cocok dengan tagline khas “Your Smile” Pertamina, di ruang perawatan tempat Jenderal Soeharto meninggalkan duka mendalam. Begitu itu kodrat “Pembawa” hidup dan kehidupan sebagai pilihan Jenderal Soeharto menghadap Yang Mahakuasa. Dengan senyum Jenderal Soeharto, tetap hidup dan mengembang. “Your Smile, General Soeharto Requescat in Pace“; Jenderal Soeharto beristiratlah dengan senyum penuh kedamaian.

Biarkanlah senyum cerlang-cemerlang tetap menghiasi dinding-dinding hidup dan kehidupan. Mengisi relung-relung hati manakala kesepian terus merantau. Senyum tetap bersemi selalu ada dan menjadi milik masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia.

Pada sore hari yang terik, cerah, langit membiru berarak awan, ketika mentari menyengat mendera setiap sudut yang mengisi relung hati, senyum itu luruh. Hati mana yang tak sedih manakala seorang manusia pergi meninggalkan serbaneka hidup dan kehidupannya, meninggalkan keluarga inti dan keluarga masyarakat bangsa dan negara Republik Indonesia. Senyum yang terpatri melekat erat, sungguh-sungguh tersenyum untuk selama-lamanya!***

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “RIP the Smiling General Soeharto”

RSS Feed for {johnherf} Comments RSS Feed

Sebagai bangsa yang beradab, sudah sewajarnya kita mengucapkan selamat jalan kepada Soeharto, tapi sambil juga mengenang saudara-saudara kita yang bernasib malang, yang mati terbunuh akibat kekejaman rezim Soeharto sendiri.

Bagi yang berminat, aku menulis tiga artikel terkait dengan topik ini.

Termasuk mempertanyakan pidato belasungkawa Presien SBY yang secara implisit menyebut Soeharto sebagai pahlawan bangsa.

Baca disini :

http://ayomerdeka.wordpress.com/

Ikut berdukacita atas meninggalnya Pak Harto. Harus diakui, selain meninggalkan cerita kelam, banyak hal yang telah dilakukan Pak Harto untuk bangsa ini. Walaupun kita tahu ada cara-cara yang salah dalam penumpasan komunis di masa lampau, tetapi apakah pernah kita bayangkan apa jadinya negara ini sekarang jika dulu pemerintah diam saja menghadapi komunis? Kepiawaian Pak Harto dalam mengatasi inflasi di awal pemerintahannya sehingga rakyat bisa merasa sejahtera, juga patut diacungi jempol. Lalu pendidikan murah, yang terjangkau oleh semua masyarakat sehingga anak miskin pun bisa jadi sarjana. Dibandingkan dengan kondisi sekarang, dimana pendidikan mahal dan tidak bisa dinikmati oleh anak dari keluarga tidak mampu, bukankah itu juga sisi baik kebijakan Pak Harto yang lain?
Jika ada yang salah, maka disamping kesalahan Pak Harto maka kita mungkin harus mengakui bahwa sistim di negara kita juga tidak sepenuhnya benar. MPR dan DPR tidak mampu menjalankan fungsinya sebagai pengawas kinerja pemerintahan. Lalu, bagaimana Pak Harto tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dibantu orang-orang terdekatnya. Bagaimana laporan yang disampaikan orang dekatnya pada dirinya? Bagaimana pengaruh anak-anaknya pada kebijakan-kebijakan yang diambilnya? Ini mungkin kelemahan Pak Harto. Kepercayaan yang berlebih pada orang terdekat dan sayang yang amat sangat kepada anak menyebabkan beliau tidak langsung menyadari bahwa dia didorong ke jurang kehancuran!!!
Akhirnya, selamat jalan menuju keabadian, Pak Harto. Semoga semua yang terjadi sepanjang periode pemerintahanmu dapat menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia.


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 308 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: