Karangan Khas Gaya WordPress

Posted on 7 Maret 2007. Filed under: Karangan Khas |

Saya sebut karangan khas dengan gaya tulisan untuk wordpress.

Pada awalnya begini: ada peristiwa, ada kejadian. Ada penulis, ada pembaca. Tulisan bergaya karangan khas apakah yang mau disampaikan untuk wordpress? Contoh

Kamis, 21 Mei 1998 pukul 9.05 WIB, di Istana Merdeka, Soeharto, Presiden RI (1966–1998) mengundurkan diri sebagai Presiden.

Nah, peristiwa itu barulah fakta. Belum ada apa-apa yang menyertai keterangan fakta. Kejadian menjadi fakta ketika kita menuliskan peristiwa apa adanya, sebagaimana adanya. Bebas tafsir. Fakta ya fakta. Belum ada ulasan, pendapat atau dugaan, apalagi analisis penulis. Tanpa “jualan kecap”. Kalau saya buka literatur jurnalistik, berita fakta disebut berita lempang (straight news).

Pada berita lempang di atas tampak satu peristiwa. Kemudian situasi peristiwa ini dapat diperkaya dengan aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu, tulisan memerlukan tambahan serbaneka sisi kemanusiaan. Tujuannya agar tulisan menjadi lebih hidup lagi. Gaya tulisan jadi dinamis Ada sisi kemanusiaan. Dalam fakta Soeharto, misalnya kita dapat menuliskan keterangan tambahan. Kita menjelaskan lagi lebih detail. Ada tafsir, ada ulasan, ada bumbu-bumbu penyedap tulisan kemanusiaan. Racikannya akan menambah sedap (berbobot) sebuah tulisan. Sebutan dalam jurnalistik, cobalah buka literaturnya menuliskan sebagai artikel kreatif. Tulisan ini dibuat dengan menciptakan sebuah cerita. Kadang-kadang subjektif. Oleh karena itu, ditulis dengan memasukkan emosi dan pikiran untuk membuat senang dan memberi informasi atau menggugah perhatian seseorang terhadap aspek kehidupan manusia yang kita ungkapkan. Kita membuat laporan yang hidup, dinamis dan tergambar dalam imajinasi seseorang. Pekerjaan kita dalam kisah sebuah cerita ini disebut karangan khas atau feature. Berikut ini contohnya.

Tanggal 21 Mei 1998, pukul 09.00 WIB, semua perhatian tertuju ke credentials room di Istana Merdeka, Jakarta. Saat itu, Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya. Dalam pidato yang singkat, Soeharto antara lain mengatakan, Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden RI, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, Kamis 21 Mei 1998.

Pengumuman pengunduran diri Soeharto Kamis pagi itu sesungguhnya tidaklah terlalu mengejutkan, karena sehari sebelumnya sudah ramai menjadi bahan pembicaraan bahwa Presiden Soeharto akan mengundurkan diri. Yang menjadi pertanyaan, apa yang mendorong Soeharto akhirnya memutuskan untuk mundur? Karena, beberapa hari sebelumnya, Soeharto masih yakin dapat mengatasi keadaan.

Sungguh, alangkah elok, penjahit membuat pola, menisik, dan mengobras dengan benang untuk satu pakaian dengan serbaneka model trendi. Oleh karena itu, kalau kita menulis feature sebetulnya hanya memerlukan imajinasi untuk menjahit kata-kata dan rangkaian kata menjadi cerita. Pada hakikatnya seseorang yang berkisah hanya perlu memiliki kecakapan dalam menggunakan ilmu pengetahuan, mempunyai rasa simpati, berempati, mampu menangkap keanehan, dan cinta menulis.***

Make a Comment

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 319 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: