Apa yang Anda dapatkan dari pelatihan atau lokakarya The Secret of Mindset? Pertanyaan ini belum mendapat jawaban memuaskan dari sebagian besar peserta yang menerima selembar isi pernyataan. Jawaban atas pertanyaan memang memerlukan waktu yang memadai. Ketika alam pikiran peserta tengah menjelahi diri untuk mencari jawaban, Ir. Adi W. Gunawan, M.Pd.,C.Ht. sudah mengajukan lima kunci sukses. Sejauhmana rahasia esensi perubahan berpikir mengantar kesuksesan bagi seseorang?
Sampai dengan April 2008, Adi, panggilannya menulis 12 buku. Ia produktif. Kedua belas bukunya terlaris. Tulisannya menampakkan kepedulian tinggi pada persoalan pendidikan, kemampuan otak, kecerdasan, pemaksimalan potensi diri untuk mencapai derajat maksimal. Adi kerap menjadi pembicara atau pelatih (trainer) di bidang pendidikan dan pengembangan diri.
Pada sesi lokakarya atau workshop “Rahasia Esensi Perubahan Berpikir” (The Secret of Mindset), Jumat 25/4 pukul 14.00—16.30 WIB di Jakarta, Adi menyatakan rasa terima kasih yang mendalam terhadap Gramedia. Pasalnya, seorang kawan lama, katanya, pernah berkomentar bahwa setelah melihat jadwal roadshow seminar yang diselenggarakan di 12 kota, Adi dianggap sebagai orang top. Apalagi untuk acara Sabtu, 26 April 2008 , pukul 9.00–17.00 di hotel Santika Premiere, Jakarta, panitia terpaksa menutup pendaftaran peserta yang berminat ikut lokakarya itu.
Pertanyaan-pertanyaan lain yang mengemuka pada lokakarya di antaranya apakah definisi mindset, apakah Anda merasa sulit untuk berubah, sulit untuk sukses? Pertanyaan ini mendapat porsi panjang lebar bahwa cara kerja pikiran, esensi perubahan berpikir (mind set), motivasi, terapi, transformasi diri holistik pada level pikiran sadar, pikiran bawah sadar, mental atau emosi dan spiritual, dan spiritualitas seseorang dapat dilatih jika ia ingin berubah secara cepat dan permanen. Adi mengaku bahwa ia bukan motivator, melainkan seorang terapis. Untuk itu, ia menggarisbawahi lima kunci bagi seseorang yang sukses. Pertama, mengetahui apa yang ia inginkan. Kedua, yakin. Ketiga, bersyukur. Keempat, pasrah. Kelima, doa.
Pada bagian lain, Adi menyampaikan terapi bahwa bila muncul masalah yang berhubungan dengan hardware (fisik otak), maka teknologi mutakhir Brain Wave I dapat mendeteksi kerusakan otak dan ketidakseimbangan antara otak kiri dan kanan. Dengan teknologi Brain Wave I, ia mampu mensinkronkan kedua belahan otak, secara permanen, hanya dalam waktu 12 menit. Hal ini sangat sulit dicapai ketika menggunakan teknik biasa, seperti meditasi, taichi, chi kung, atau musik dengan binaural beat. Brain Wave I sangat baik untuk terapi kesulitan konsentrasi, penderita dyslexia ADD (attention deficit disorder), daya ingat lemah, dan meningkatkan vibrasi medan energi tubuh.
Pada bagian mental, emosi, psikis atau software pikiran, menurut Adi, hal itu bergantung pada kondisi seseorang, Untuk itu, ia menggunakan teknik hypnosis dan hypnotherapy, EFT, SMC, NLP, dan Energy Therapy. Serbaneka kasus yang ditangani Adi — yang berhubungan dengan aspek mental — berkaitan dengan emosi, psikis atau software pikiran, antara lain fobia, trauma atau luka batin ( bayi sejak dalam kandungan, usia tiga bulan sudah dapat diprogram. “Usia tiga bulan, bagi orang tua yang bermasalah dapat membuat luka batin bagi si bayi,” ujar Adi,), tidak percaya diri, kesulitan diet, takut berbicara di depan umum, gagap atau kesulitan bicara, konflik diri (inner conflict), takut sukses bahkan takut gagal, insomnia, kecemasan, stres, depresi, pencapaian prestasi hidup rendah, kegagalan hidup (padahal, ia telah mencoba segala cara), meningkatkan penghasilan, menemukan benda yang hilang (ia memperagakan pada seseorang yang kehilangan kunci, padahal sang kunci berada di depan mata), meng-upgrade atau memperbarui serbaneka program negatif di masa kecil, meng-install program baru yang mendukung keberhasilan hidup, memotivasi atau empowerment, kebiasaan buruk, dan sejumlah permasalahan seksual.
Sejauh-jauh mata memandang saat ini di toko buku Gramedia memang tampak jejeran atau display serbaneka buku pengembangan diri. Di antara jejeran buku itu, buku karangan Adi tampak jelas terbaca judul dan potret diri. Pada sampul buku Adi tampak kekhasan yang menampilkan potret diri berukuran close up dengan mimik Adi yang penuh percaya diri. “Saya harus mengatakan dengan jujur apa yang telah terjadi dengan hidup saya. Cerita ini yang selama ini tidak diketahui publik. Jujur pencapaian saya saat ini masih belum apa-apa. Ini barulah awal dari perjalanan panjang hidup saya seperti yang saya tulis di buku impian saya (1995). Masih banyak yang harus saya kerjakan, untuk diri saya dan juga untuk masyarakat. Saya mengatakan bahwa ini masih awal karena saya masih terus berproses, jatuh bangun, mengembangkan diri saya. Saya bisa seperti sekarang ini sebenarnya bukan karena saya hebat atau pintar. Saya bisa seperti sekarang ini karena saya dibesarkan oleh Gramedia. Lebih jujur lagi saya katakan bahwa saya sebenarnya nunut nama besar Gramedia,” tutur Adi di hadapan peserta yang sangat antusias menyimak kata per kata dari seorang terapis jempolan. Ia pun menambahkan, “Saya ingat sekali saat pertama kali Gramedia memperkenalkan saya ke publik, melalui seminar Born to be a Genius yang diselenggarakan di Jakarta, di hotel Santika, 24 Oktober 2002. Dalam seminar ini saya dipasangkan dengan Arief Rahman, pakar pendidikan, dan dimoderatori oleh Marissa Haque. Seminar ini yang pertama bagi saya yang diekspose ke publik. Ini awal dari karier saya sebagai pembicara publik di Indonesia.”
Produktivitas Adi sebagai penulis buku diakui sebagai akumulasi atas persiapan atau komitmen diri terhadap buku. Dahulu, katanya, saya mencantumkan serbaneka teks bertuliskan “Saya pasti bisa” di pelbagai tempat di rumah, seperti di kulkas, di kamar mandi, di cermin, di tempat ia biasa merapikan rambut dan berkemas diri. Selain itu, ia sudah membaca habis serial “Trio Detektif” dan “Lima Sekawan” hingga “Berpikir dan Berjiwa Besar” karya Dale Carnegie. Saat ini ada ribuan buku tersusun rapi di rak bukunya yang apik dan ciamik.
Penulis yang produktif senantiasa mendapat dukungan penuh dari tim penerbit. Apalagi buku yang diterbitkan mendapat respons yang tinggi dari pembacanya, selain buku yang ditulis dapat Adi revisi, buku itu juga menjadi contoh teladan baik. Dengan demikian, tujuan penulisan tercapai. “Saya mendapat sangat banyak dukungan dari kawan-kawan di Gramedia mengenai buku apa yang sebaiknya saya tulis, gaya penulisan, konten, kritik, saran, dan dorongan untuk semakin produktif.,” tegas Adi mantap.
Berlalunya waktu cepat sekali, bermula dari satu buku “Born to be a Genius” (Maret 2003), berlanjut ke “Genius Learning Strategy” (Oktober 2003). Kemudian Adi meluncurkan “Manage Your Mind for Success,” “Apakah IQ Anak Bisa Ditingkatkan?”, “Kesalahan Fatal dalam Mengejar Impian”, “Kesalahan Fatal dalam Mengejar Impian 2″, “Hypnosis: The Art of Subconscious Communication”, “Hypnotherapy: The Art of Subconcsious Restructuring”, “Becoming a Money Magnet” (2007), “Cara Jenius Menguasai Tabel Perkalian”, “5 Principle to Turn Your Dreams Into Reality”. Yang terbaru “The Secret of Mindset” (200
dengan roadshow seminar di 12 kota besar di Indonesia. “Setahu saya, baru kali ini ada buku yang di-road-show-kan di 12 kota, dengan durasi seminar mulai pagi jam 9.00 sampai sore jam 17.00,” ucap Adi mengakhiri lokakarya khusus bagi komunitas karyawan Kompas Gramedia.
Adi W. Gunawan menikahi mantan kekasihnya waktu di SMA, Stephanie Rosaline C. S.E. Ayah dari tiga putri: Dyah Ayu Kusumawardani G., Dyah Ayu Kumalasari G., dan Dyah Ayu Permatasari G. ini menambahkan, “Saya sungguh merasa senang, bahagia, haru, dan sungguh berterima kasih kepada Gramedia, penerbit, toko buku, atas semua dukungan yang telah diberikan kepada saya. Tanpa dukungan yang begitu luar biasa, saya tidak akan bisa seperti sekarang ini.”
Background pendidikan dan pelatihan
- SMAK Santo Yusuf, Malang;
- S1 Teknik Elektro STTS, Surabaya;
- Master Trainer Accelerated Learning dari The Accelerated Learning Institute & Training Center, Las Vegas Amerika;
- Diploma Pendidikan Anak Dini Usia dari Modern Montessori International London;
- Magister Pendidikan (S2) dari Universitas Negeri Surabaya (IKIP). Lulusan terbaik dari total 1.772 lulusan dengan menyandang IPK tertinggi (cum laude) saat diwisuda April 2006;
- Certified Hypno